BAB 27
ALLAH BAWAKAN KISAH MUSA DENGAN PENGIKUTNYA (5:12-5)
Allah pernah menerima ikrar dari Bani Israil, setelah memilih seramai 12 ketua untuk dua belas kumpulan. Allah memberikan pengakuannya: Aku akan tetap bersama kamu, selagi kamu tetap mendirikan solat dan mengeluarkan zakat, beriman dengan para rasul, sentiasa membantu menyibarkan risalahnya. Allah mahu kita hutangkan Dia dengan hutang yang baik. Kalau kita lakukan Allah sedia menghapuskan dosa kejahatan kita. Di akhirat terus dimasukkan ke syurga. Siapa yang menolak selepas ini, mereka terdiri dari orang sesat.
Olehsebab mereka membatalkan ikrar yang diberikan, Allah masuk mereka dalam kumpulan terkutuk. Hati mereka menjadi keras, lebih keras lagi dari batu. Mereka ubah beberapa ayat Taurat dan Injil. Mereka hapuskan ayat yang menjanjikan kelahiran Muhamad. Pengkhianatan mereka ini, akan terus berlaku, kecuali beberapa orang yang beriman. Namun Allah berpesan kepada Musa, maafkan dan bebaskan mereka. Allah suka orang yang membuat kebajikan.
Malah orang Nasrani juga telah memberikan ikrarnya kepada Allah. Tapi mereka sama juga seperti Yahudi. Semua ikrar yang dibuat dilupakan. Lalu lahirlah sikap permusuhan antara mereka sampai kiamat nanti. Di sana nanti semua perbuatannya akan didedahkan.
Lalu Allah ingatkan ahlikitab: Wahai ahlilkitab, bukankah rasul sudah datang menjelaskan apa yang kamu sembunyikan, seperti disebut dalam Taurat dan Injil. Sekarang al Quran sudah diturunkan membawa cahaya petunjuk dan penjelasan yang lengkap.
Ia menjanjikan petunjuk ke atas mereka yang mengikut Muhamad. Ia akan membawa kita keluar dari gelap akidah kepada cahaya keimanan. Juga sebagai petunjuk jalan yang lurus untuk kita kembali ke syurga. 16
YAHUDI DAN NASRANI MENDAKWA MEREKA ANAK TUHAN (5:17-19)
Siapa yang mengatakan Isa al Masih itu Tuhan, mereka adalah kafir. Siapakah yang dapat menyelamatkan Isa al Masih, jika dia ditimpa bencana. Bukankah pemilik langit dan bumi ini Allah. Dia mencipta apa yang Dia kehendaki. Itu sebab dikatakan Allah Maha Berkuasa
Semua dakwaan ini dilahirkan oleh Yahudi dan Nasrani. Mereka adalah anak Tuhan dan kekasihnya. Nabi menempelak: Kalau benar kenapa kaummu pernah diazab Allah sebelum ini. Itu menunjukkan mereka adalah manusia biasa. Diberi keampunan bila diminta. Akhirnya kita akan kembali semula kepada-Nya di akhirat nanti.
DIALOG MUSA DENGAN BANI ISRAIL (5:20-26)
MUSA Wahai kaumku, bersyukurlah dengan nikmat yang diterima. Rasul telah dilantik dari kalangan kamu. Lalu diangkat menjadi raja. Diberikan mukjizat. Kemudian disuruh masuk ke Batulmuqadas, bandar suci. Jangan sekali-kali kamu melarikan diri, nanti kamu akan kerugian.
KAUMNYA Wahai Musa, di sana ada manusia yang suka menyeksa Orang lain. Pergilah kamu memerangi mereka, kami tidak akan pergi. Biarkan kami duduk di sini.
MUSA Ya Allah, aku tidak memiliki apa-apa kuasa kecuali ke atas diriku sendiri. Pisahkanlah kami dengan kaum yang zalim itu.
ALLAH Baiklah, mereka diharamkan dari masuk Baitulmuqadis. Mereka tersesat di Padang Teh selama 40 tahun. Jangan bersedih dengan mereka itu.
ALLAH BANDINGKAN DENGAN KISAH ANAK ADAM (5:27-34)
Allah bawakan kisah anak Adam. Habil dan Qabil diperintahkan membuat qurban untuk menentukan siapa yang benar. Qurban Habil diterima, qurban Qabil ditolak. Qabil tidak puas hati. Lalu dia bersumpah: Aku bersumpah akan membunuh kamu.
Habil menjawab: Kalau kau hendak bunuh, bunuhlah, aku tidak akan melawan. Aku lebih takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Nanti, dosa membunuh aku kamu akan tanggung dalam neraka.
Qabil terus terpengaruh oleh bisikan iblis. Habil dibunuh. Selepas itu dia menyesal tidak sudah. Tidak tahu apa hendak dilakukan ke atas mayat adiknya.
Allah utus dua ekor gagak bergaduh, betul-betul di depannya. Sekor darinya mati dan jatuh ke bumi. Gagak yang hidup terus menggali pasir di depannya. Kemudian menolaknya dan mengambusnya. Qabil berbisik sendirian: Tidak sangka aku lebih bodoh dari gagak hitam ini.
Atas dasar ini Allah tetapkan, siapa yang membunuh bermakna mereka membunuh seluruh manusia. Siapa yang mengampunkannya bermakna kita telah menghidupan seluruh manusia. Disebab seumpama peristiwa anak-anak Adam ini maka Allah mengutus para rasul membawa kitab sebagai petunjuk.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan